Banda Naira Dalam Perspektif Sejarah Maritim

Orang-orang Banda selain menjual pala dan fulinya, juga ikut serta dalam pelayaran perdagangan itu sampai ke Malaka, tempat dimana berkumpul berbagai armada dagang.


Maluku yang dalam konteks sejarah meliputi daerah yang kini disebut Provinsi Maluku dan Maluku Utara, wilayahnya membentang dari Utara hingga selatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua Provinsi ini dapat digolongkan sebagai provinsi kepulauan dengan luas wilayahnya ± 851.000 km2.

Dari luas wilayah tersebut ternyata wilayah lautnya mencapai seluas 765.272 km2 (90%) sedangkan wilayah daratannya hanya 85.728 km2 (10%). Pada masa lampau di wilayah wilayah itu tumbuh kerajaan-kerajaan besar yang unggul di sektor kelautan, seperti kerajaan Ternate dan Tidore di Maluku Utara serta Banda dan Hitu di Maluku Selatan (Provinsi Maluku sekarang).

Nasib dari kerajaan kerajaan di dua wilayah provinsi itu tidak bedanya dengan kerajaan kerajaan lainnya di Nusantara. Orientasi ke dunia maritim semakin surut bersamaan dengan hadirnya Portugis, Belanda dan Inggris dengan armada-armada besar yang mampu melintasi pesisir benua dan samudera, untuk kemudian melakukan tindakan monopoli pelayaran diperairan Nusantara. Kendati demikian sisa-sisa dunia kebaharian masyarakat Maluku masa lampau itu masih dapat kita temukan di wilayah-wilayah pesisir di kedua propinsi tersebut.

Walaupun harus diakui, bahwa dewasa ini kelompok masyarakat itu tidak dapat digolongkan lagi sebagai masyarakat bahari, karena orientasi ke darat sudah lebih kuat dari orientasi ke laut. Salah satu dari masyarakat bahari masa lampau itu dapat kita temukan sisasisanya di wilayah Kecamatan Banda Maluku tengah.

Kecamatan Banda yang terdiri dari 11 buah pulau kecil itu dapat digolongkan sebagai kecamatan kepulauan. Luas wilayah Kecamatan Banda seluruhnya adalah 2.568 km2 yang terdiri atas luas wilayah daratan 180,59 km2 (7,5%) dan luas wilayah lautannya mencapai 2.387,51 km2 (82,5%). Pengertian luas lautan yang dimaksudkan hanya terbatas pada perairan laut sekitar kepulauan Banda. Sedangkan luas Laut Banda keseluruhan yang berada dalam lingkup wilayah provinsi Maluku adalah ± 470.000 km2.

Sebagai daerah produsen buah pala, Kepulauan Banda sudah terkenal di dunia internasional sejak sebelum abad ke 15. Kontak awal terjadi dengan bangsa-bangsa Asia, seperti para pelaut dan pedagang Melayu, India, Cina dan Arab.

Orang-orang Banda selain menjual pala dan fulinya, juga ikut serta dalam pelayaran perdagangan itu sampai ke Malaka, tempat dimana berkumpul berbagai armada dagang. Tome Pires dalam Suma Orientalnya menyebutkan salah satu kelompok pedagang yang ada di Malaka ketika itu adalah Maluku dan Banda. Orang-orang Banda selain ikut serta dalam pelayaran niaga, juga memiliki armada dagang sendiri yang mengangkut hasil-hasil bumi dari pulau-pulau lain ke Banda.

Informasi historis tersebut diatas, memberi gambaran bahwa daerah kepulauan Banda selain berfungsi sebagai produsen tunggal buah pala, juga masyarakatnya memiliki armada dagang. Dengan kata lain mereka memiliki sarana angkutan laut (Jungjung) yang mampu mengangkut barang dari pulau pulau lain ke Kepulauan Banda.

Dari latar historis juga diketahui bahwa orang Banda memiliki armada perang laut yang dikenal dengan istilah “Korakora” atau Belang). Korakora / belang terbagi atas dua jenis yakni jenis yang digunakan untuk berperang dan jenis yang digunakan untuk melayani perjalanan Raja.

Sumber: BANDA NAIRA DALAM PRESPEKTIF SEJARAH MARITIM. Kilas Balik Ekspedisi Spice Islands, oleh Mezak Wakim S.Pd. BPSNT Ambon.

COMMENTS

loading...
Name

Artikel,20,Banda Islands,5,Banda Naira,7,Banda Neira,7,Benteng,4,Berita,1,buzz,1,Film,1,fotografi,1,Kepulauan Banda,4,Nieuws,3,Nieuws Pendidikan,1,Perjanjian Breda,2,Pulau Run,2,Run Manhattan,2,Sejarah,6,Tips,2,Treaty of Breda,2,Video,1,Wisata,14,Wisata Bahari,7,Wisata Budaya,1,Wisata Sejarah,4,Wisata Selam,6,
ltr
item
Visit Banda Naira: Banda Naira Dalam Perspektif Sejarah Maritim
Banda Naira Dalam Perspektif Sejarah Maritim
Orang-orang Banda selain menjual pala dan fulinya, juga ikut serta dalam pelayaran perdagangan itu sampai ke Malaka, tempat dimana berkumpul berbagai armada dagang.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9vol9GzidF1atD07RgQOmIrsLRCom3FvO3JLAUhxZLGKh6dq-D3RfpsUjTafnEEchMNUvkG0heNy7APawPQwa-VgiMmWW2CGZogutVp9uo9wg_BGPO2QOuADCqszTkBeZINGI5b1KPf4/s640/Banda-Naira-Dalam-Perspektif-Sejarah-Maritim-.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9vol9GzidF1atD07RgQOmIrsLRCom3FvO3JLAUhxZLGKh6dq-D3RfpsUjTafnEEchMNUvkG0heNy7APawPQwa-VgiMmWW2CGZogutVp9uo9wg_BGPO2QOuADCqszTkBeZINGI5b1KPf4/s72-c/Banda-Naira-Dalam-Perspektif-Sejarah-Maritim-.jpg
Visit Banda Naira
https://www.bandanaira.net/2016/02/banda-naira-dalam-perspektif-sejarah-maritim.html
https://www.bandanaira.net/
https://www.bandanaira.net/
https://www.bandanaira.net/2016/02/banda-naira-dalam-perspektif-sejarah-maritim.html
true
7607241972246855887
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content