Jejak 12 Benteng Peninggalan Belanda Di Banda Naira | Visit Banda Naira

Jejak 12 Benteng Peninggalan Belanda Di Banda Naira

Ada 12 benteng yang pernah dibangun oleh Belanda di Kepulauan Banda Naira. Inilah situs pertahanan yang tersisa dari jejak hegemoni rempah oleh bangsa asing di Kepulauan Banda Naira.

Benteng Belgica Jejak 12 Benteng Peninggalan Belanda Di Banda Naira

Kepulauan Banda, Banda Naira atau Banda Neira merupakan satu-satunya tempat dimana pohon pala tumbuh subur. Inilah yang memicu kedatangan Para Penjelajah Eropa untuk mencapai Kepulauan Banda. Wangi pala menyeruak hingga ke Eropa dan menjadikan Kepulauan Banda begitu penting untuk dikuasai.

Kini kejayaan pala mungkin telah berlalu, namun sejumlah situs pertahanan yang tersisa dari jejak hegemoni rempah oleh bangsa asing di Kepulauan Banda masih bisa dijumpai saat ini. Ada 12 benteng yang pernah dibangun oleh Belanda di Kepulauan Banda. Sebagian besar benteng yang masih berdiri hanya menyisakan bagian fondasi atau struktur bawahnya. Struktur dinding dan atapnya telah banyak yang runtuh seiring dengan berjalannya waktu.


1. Benteng Belgica, Pulau Naira

Benteng Belgica
foto oleh are_sea_

Benteng Belgica adalah sebuah benteng peninggalan VOC yang berada di kota Naira. Benteng ini dibangun pada tahun 1611 oleh Gubernur Jenderal Pieter Both. Setelah menyelesaikan benteng Nassau di Pulau Naira, ternyata benteng baru itu rentan diserang dari bukit. pada tahun 1611, Pieter Both memerintahkan pembangunan benteng pada bukit tersebut dan kemudian diberi nama Belgica. Benteng Belgica yang megah ini dijuluki The Pentagon of Indonesia.

2. Benteng Nassau, Pulau Naira

Benteng Nassau Benteng Peninggalan Belanda di  Kepulauan Banda Naira Maluku
Benteng Nassau
foto oleh tkang_foto_keliling

Benteng Nassau pada mulanya adalah benteng peninggalan Portugis yang kemudian pembangunannya dilanjutkan oleh Belanda. Benteng ini dibangun pada tahun 1609 dan terletak di pulau Naira. Karena dikelilingi oleh parit yang digenangi air laut, maka Benteng Nassau ini juga dikenal sebagai “waterkasteel”.

3. Benteng Hollandia, Pulau Banda Besar


Benteng Hollandia atau Fort Lonthor, dibangun pada tahun 1624 di atas sebuah bukit di Desa Lonthor, Pulau Banda Besar. Benteng Hollandia dibangun dengan tenaga para Pelaut, Tentara dan Tahanan Jawa, yang dibawa ke Pulau Banda atas perintah Gubernur Jenderal Jan Pietersz Coen. Benteng Hollandia dibangun dengan tujuan untuk menggantikan benteng sementara di tepi pantai, dibuat oleh Coen pada tahun 1621.

4. Benteng Revenge, Pulau Ai


Pada bulan Mei 1615, sebuah armada VOC kecil yang berada di bawah komando Adriaan van der Dussen dan Pieter van den Broecke mengunjungi pulau Ai. Kedatangan mereka bertujuan untuk memonopoli perdagangan pala di pulau Ai. Beberapa hari kemudian, penduduk pulau Ai memutuskan untuk melawan monopoli perdagangan tersebut dan VOC berhasil dipukul mundur dari pulau Ai.

Pada bulan April 1616 van der Dussen kembali dan pulau Ai dan berhasil menaklukan pulau Ai. Penduduk harus menyerahkan diri ke VOC. Mereka yang menolak, dibunuh secara keji. Ditahun 1616 itu pula, Belanda mendirikan sebuah benteng yang diberi nama, Benteng Revenge (balas dendam). Sebuah benteng pentagonal dengan lima benteng sudut.

Benteng Revenge
foto oleh overdhorizon

5. Benteng Concordia, Pulau Banda Besar


Benteng Concordia, dibangun oleh Belanda pada tahun 1630 di desa Waer / Wayer, pulau Banda Besar. Awal pembangunan Benteng Concordia bertujuan untuk melindungi desa wayer dari bajak laut. Konstruksi awal benteng berbentuk segitiga kecil. Pada 1732 konstruksi Benteng Concordia digantikan oleh benteng saat ini: sebuah benteng persegi dengan tiga benteng sudut.

6. Benteng Culenburg, Pulau Banda Besar


Benteng Culenburg atau Benteng Salamon dibangun oleh Belanda di desa Salamon. Benteng Culenburg atau Benteng Salamon ini dibangun pada tahun 1638 oleh Gubernur Cornelis Acoley atas permintaan Gubernur Jenderal Antonie van Diemen.

Culenburg dibangun pada sebuah bukit dengan tujuan untuk menjaga bagian utara pulau Banda Besar dan juga bagian antara pulau-pulau di Banda Besar dan pulau Naira. Benteng ini bisa diakses dari Desa Selamon dengan menggunakan tangga batu yang menaiki bukit. Nama Culenburg diberikan oleh Gubernur Jenderal Antonie van Diemen untuk mengenang kampung halamannya di Culemburg.

7. Benteng De Post, Pulau Naira


Benteng De Post atau dikenal juga dengan nama Benteng Kampung Baru dibangun oleh Belanda di desa Kampung Baru, pulau Naira.

8. Benteng Calombo, Pulau Gunung Api


Benteng Calombo yang berada di selatan pulau Gunung Api dibangun pada 1664 untuk melindungi perairan Lontor. Benteng Calombo dibangun pada posisi strategis di pulau Gunung Api, di tengah Selat Lonthor. Kapal yang melewati area ini akan masuk dalam jangkauan tembak meriam benteng. Benteng Colombo dikenal sebagai Baterai pengawas perairan Lontor.

9. Benteng De Pot, Pulau Gunung Api


Benteng De Pot atau Baterai Batavia lebih dikenal oleh mayarakat Banda kala itu dengan sebutan Benteng Kota.  Benteng De Pot atau Baterai Batavia ini dibangun di pulau Gunung Api. Benteng ini berfungsi sebagai peringatan akan datangnya kapal musuh.

Benteng De Pot atau Baterai Batavia adalah salah satu struktur pertahanan yang dibangun dengan tergesa-gesa pada akhir abad kedelapan belas untuk melindungi Banda dari invasi Inggris.


10. Benteng De Morgenster, Pulau Banda Besar


Benteng De Morgenster atau Fort Dender dibangun oleh Belanda di desa Dender, pulau Banda Besar. Benteng De Morgenster dibangun sekitar tahun 1626 oleh Gubernur Willem Jansz Admiraal sebagai bangunan pertahanan melawan pemberontakan dan perampokan. Selain itu Benteng De Morgenster dibagun dengan tujuan untuk mengendalikan para budak di perkebunan pala.

Benteng De Morgenster digunakan sampai penghentian kebijakan pemerintah kolonial untuk memonopoli pala pada tahun 1864, setelah itu ditinggalkan. saat ini, hanya ada beberapa fragmen dinding yang tersisa.

11. Benteng Lakui, Pulau Banda Besar


Benteng Lacoy atau Benteng Lakui dibangun oleh Belanda di desa Lontor, pulau Banda Besar yang berfungsi untuk mengawal atau menjaga kapal VOC. Teluk Lakui di sisi Selatan Banda Besar digunakan oleh kapal VOC sebagai pelabuhan yang terlindungi. Dari sinilah pasukan VOC mendarat di pulau Banda Besar pada tahun 1621, selama ekspedisi pertama untuk menaklukkan pulau Banda Besar. Saat ini hanya ada beberapa sisa dinding bagian Selatan dan Barat. Tingginya 60 cm dan lebar 50 cm.

12. Benteng Ourien, Pulau Banda Besar

Banda Naira, Banda Neira, Kepulauan Banda, Benteng Ourien, Benteng Urieng, Banda Besar, Banda Islands

Benteng Ourien dibangun pada tahun 1624 oleh Hakim Ketua Jan Jansz Visscher di Pulau Banda Besar. Benteng Ourien dibangun dengan tujuan untuk mengendalikan populasi budak di perkebunan pala dan untuk mencegah serangan bajak laut. Benteng Ourien terdiri dari sebuah persegi dengan dinding batu koral, satu meter lebarnya dan dua sampai tiga meter tingginya. Benteng ini memiliki menara kecil yang ditutupi atap yang memuncak dan dikelilingi parit kering. Saat ini hanya sudut Tenggara dinding yang tersisa.

Foto utama oleh: design.think.travel

Bergabung bersama kami dengan menyukai halaman Facebook Visit Banda Naira, atau ikuti kami di Twitter Visit Banda Naira dan Instagram Visit Banda Naira. Jangan lupa juga berlangganan di Channel Youtube Visit Banda Naira untuk menonton video-video kami. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari website kami ini, ayo daftarkan email anda untuk mendapatkan email pemberitahuan setiap kali kami mempublikasikan artikel baru. Klik di sini untuk mendaftar email berlangganan Visit Banda Naira.

COMMENTS

loading...
Name

Artikel,19,Banda Islands,4,Banda Naira,6,Banda Neira,6,Benteng,4,Berita,1,buzz,1,Film,1,fotografi,1,Kepulauan Banda,4,Nieuws,3,Nieuws Pendidikan,1,Perjanjian Breda,2,Pulau Run,2,Run Manhattan,2,Sejarah,6,Tips,1,Treaty of Breda,2,Video,1,Wisata,14,Wisata Bahari,7,Wisata Budaya,1,Wisata Sejarah,4,Wisata Selam,6,
ltr
item
Visit Banda Naira: Jejak 12 Benteng Peninggalan Belanda Di Banda Naira
Jejak 12 Benteng Peninggalan Belanda Di Banda Naira
Ada 12 benteng yang pernah dibangun oleh Belanda di Kepulauan Banda Naira. Inilah situs pertahanan yang tersisa dari jejak hegemoni rempah oleh bangsa asing di Kepulauan Banda Naira.
https://4.bp.blogspot.com/-GMf0Hc10Kqc/WfqILL2MPOI/AAAAAAAAAWE/y_-22NA6LH4_Q1fteb9rfr5FQbO-VI4pACLcBGAs/s320/Benteng%2BBelgica%2BJejak%2B12%2BBenteng%2BPeninggalan%2BBelanda%2BDi%2BBanda%2BNaira.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-GMf0Hc10Kqc/WfqILL2MPOI/AAAAAAAAAWE/y_-22NA6LH4_Q1fteb9rfr5FQbO-VI4pACLcBGAs/s72-c/Benteng%2BBelgica%2BJejak%2B12%2BBenteng%2BPeninggalan%2BBelanda%2BDi%2BBanda%2BNaira.jpg
Visit Banda Naira
https://www.bandanaira.net/2017/11/benteng-peninggalan-belanda-di-kepulauan-banda-naira.html
https://www.bandanaira.net/
https://www.bandanaira.net/
https://www.bandanaira.net/2017/11/benteng-peninggalan-belanda-di-kepulauan-banda-naira.html
true
7607241972246855887
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy